Statistika adalah metode
ilmiah yang mempelajari pengumpulan, pengaturan, perhitungan, penggambaran dan
penganalisisan data, serta penarikan kesimpulan yang valid berdasarkan
penganalisisan yang dilakukan dan pembuatan keputusan yang rasional.
Menurut fungsi:
-
Statistika
inferensial/induktif : statsitika yang menyangkut kesimpulan yang valid,
biasanya memasukkan unsur peluang dalam menarik kesimpulan
-
Statistika
deskriptif/deduktif : hanya menggambarkan dan menganalisis kelompok data yang
diberikan tanpa penarikankesimpulan mengenai kelompok data yang lebih besar.
Macam Data
1.
Menurut sifat
a.
Data kualitatif,
data yang berbentuk kategori/atribut
-
harga emas hari ini mengalami kenaikan
-
sebagian dari produksi barang “A” pada perusahaan “X”
rusak
b.
Data kuantitatif,
data yang berbentuk bilangan
-
luas bangunan
hotel itu adalah 5700m2
-
tinggi badan
Sandy mencapai 170cm
1) Data diskrit, data yang
diperoleh dengan cara menghitung atau membilang
-
banyak kursi yang ada di ruangan ini ada 75 buah
-
jumlah siswa yang mengikuti mata kuliah ini mencapai 100
orang
2) Data kontinu, data yang
diperoleh dengan cara mengukur
-
panjang benda itu
adalah 10 cm
-
berat badan Adi
adalah 50 kg
2.
Menurut cara
memperoleh
a.
Data primer, data
yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi serta diperoleh
langsung dari objeknya
-
Pemerintah
melalui BPS ingin mengetahui jumlah pendudukan Indonesia,
maka BPS mengirimkan petugas-petugasnya untuk mendatangi secara langsung rumah
tangga yang ada di Indonesia
b.
Data skunder,
data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh
pihak lain, biasanya data itu dicatat dalam bentuk publikasi-publikasi
-
Misalkan seorang
peneliti memerlukan data mengenai jumlah penduduk di sebuat kota dari Tahun 1960-1970, maka orang itu
dapat memperolehnya di BPS
Untuk memilih sampel dari
suatu populasi dapat dilakukan dalam dua cara:
1.
Cara acak,
pemilihan sejumlah anggota dari populasi yang dilakukan sedemikian rupa
sehingga anggota-anggota populasi itu mempunyai peluang yang sama untuk
terpilih menjadi anggota sampel. Penilaian seperti ini bersifat objektif
Cara acak dapat dilakukan dengan cara:
a.
Undian
b.
Tabel bilangan
acak
2.
Cara tidak acak,
setiap anggota tidak mempunyai peluang yang sama untuk terpilih menjadi anggota
sampel. Pemilihan anggota bersifat subjektif.
Pembulatan bilangan
Aturan 1. Jika angka
terkiri dari angka yang harus dihilangkan kurang dari 5 maka angka terkanan
dari angka yang mendahuluinya tetap (tidak berubah)
- 50,15 ton dibulatkan
hingga satuan terdekat menjadi 50 ton.
Angka-angka yang harus dihilangkan 15 dan angka terkiri dari 15 adalah 1
(< 5), maka angka terkanan yang mendahului 15, yaitu 0, tetap
Aturan 2. Jika angka
terkiri dari angka yang harus dihilangkan > 5 diikuti oleh
angka-angka bukan nol semua, maka angka terkanan dari angka yang mendahuluinya
+1
- 6895 kg dibulatkan hingga ribuan kg menjadi 7000 kg.
Angka-angka yang harus dihilangkan 895 dan angka terkiri dari 895 adalah 8
(<5 6="" 7.="" 895="" angka="" bertambah="" maka="" mendahului="" menjadi="" satu="" span="" terkanan="" yaitu="" yang="">5>
- 50,15001 dibulatkan hingga persepuluhan menit terdekat menjadi 50,2
Aturan 3. Jika angka
terkiri dari angka yang harus dihilangkan sama dengan 5 atau angka 5 diikuti
oleh angka-angka nol semua maka angka terkanan dari angka yang mendahuluinya
tetap jika angka tersebut gena, dan +1 jika angka tersebut ganjil.
- 14,35 gram dibulatkan hingga persepuluh gram terdekat menjadi 14,4 gram
Dalam hal ini angka yang harus dihilangkan adalah 5 maka angka terkanan
yang mendahului 5, yaitu 3 bertambah satu menjadi 4 (karena 3 merupakan angka
ganjil)
- 24,5000 cm dibulatkan hingga satuan cm menjadi 24 cm
Rumus sigma (Scan)

Distribusi Frekuensi
|
65
|
72
|
67
|
82
|
72
|
91
|
67
|
73
|
71
|
70
|
|
85
|
87
|
68
|
86
|
83
|
90
|
74
|
89
|
75
|
61
|
|
65
|
76
|
71
|
65
|
91
|
79
|
75
|
69
|
66
|
85
|
|
95
|
74
|
73
|
68
|
86
|
90
|
70
|
71
|
88
|
68
|
·
Rentang (nilai terbesar – nilai terkecil) = 95 – 61 = 34
·
Banyak kelas = k = 1 + (3,3 x log n)
= 1 + (3,3 x log 40)
= 6,2868
Banyak kelas bisa 6 atau 7. diambil 7
·
Panjang kelas p = = 4,86, karena datanya diambil dalam bil bulat, maka
diambil 5
·
BB kls inv I = UB - satuan terkecil = 61 – 0,5 = 60,5
·
BA kls inv I = UA + satuan terkecil = 65 + 0,5 = 65,5
Tabel distribusi frekuensi
|
|
Byk mhsiswa
|
Xi =
|
Tabel dist frekuensi relatif
fRi (%)
|
||
|
61-65
|
|
|
fR1= x 100 = 10
|
||
|
66-70
|
9
|
68
|
fR2= x 100 = 22,5
|
||
|
71-75
|
11
|
73
|
fR3= x 100 = 27,5
|
||
|
76-80
|
2
|
78
|
fR4= x 100 = 5
|
||
|
81-85
|
4
|
83
|
fR5= x 100 = 10
|
||
|
86-90
|
7
|
88
|
fR6= x 100 = 17,5
|
||
|
91-95
|
3
|
93
|
fR7= x 100 = 7,5
|
||
|
|
40
|
|
100
|
A. Tabel frekuensi “kurang dari”
a. Untuk kelas interval I
(kurang dari 61)
Karena tdk ada nilai data yang kurang dari 60,
maka frekuensi kumulatifnya 0 (nol)
b. Untuk kelas interval II
(kurang dari 66) = 4
c. Untuk kelas interval III
(kurang dari 71) = 4+9 = 13
d. Untuk kelas interval IV
(kurang dari 76) = 5+9+11 = 24
e. Untuk kelas interval V
(kurang dari 81) = 4+9+11+2 = 26
f.
Untuk kelas interval VI (kurang dari 86) = 4+9+11+2+4 =
30
g. Untuk kelas interval VII
(kurang dari 91) = 4+9+11+2+4+7 = 37
h. Untuk kelas interval VIII
(kurang dari 96) = 4+9+11+2+4+7+3 = 40
|
|
Fi
|
|
Kurang dari 61
Kurang dari 66
Kurang dari 71
Kurang dari 76
Kurang dari 81
Kurang dari 86
Kurang dari 91
Kurang dari 96
|
0
4
13
24
26
30
37
40
|
B. Tabel frekuensi “atau lebih”
a. Untuk kelas interval I (61
atau lebih) = 4+9+11+2+4+7+3 = 40
b. Untuk kelas interval II
(66 atau lebih) = 9+11+2+4+7+3 = 36
c. Untuk kelas interval III
(71 atau lebih) = 27
d. Untuk kelas interval IV
(76 atau lebih) = 16
e. Untuk kelas interval V
(81 atau lebih) = 14
f.
Untuk kelas interval VI (86 atau lebih) = 10
g. Untuk kelas interval VII
(91 atau lebih) = 3
h. Untuk kelas interval VIII
(96 atau lebih) = 0
|
|
Fi
|
|
61 atau lebih
66 atau lebih
71 atau lebih
76 atau lebih
81 atau lebih
86 atau lebih
91 atau lebih
96 atau lebih
|
40
36
27
16
14
10
3
0
|
Histogram & Poligon Frekuensi
-
dibuat berdasar daftar distribusi frekuensi terkelompok
-
Histogram bentuknya mirip diagram batang
-
Poligon bentuknya mirip diagram garis
|
|
f
|
|
61-65
|
4
|
|
66-70
|
9
|
|
71-75
|
11
|
|
76-80
|
2
|
|
81-85
|
4
|
|
86-90
|
7
|
|
91-95
|
3
|
|
|
40
|
Ogive (Ozaiv)
-
Dibuat berdasarkan daftar distribusi frekuensi kumulatif
-
Ogive positif dibuat dari data dalam tabel distribusi
frekuensi kumulatif ”kurang dari”
-
Ogive negatif dibuat dari data dalam tabel distribusi
frekuensi kumulatif ”atau lebih”
Tabel distribusi frekuensi kumulatif ”kurang dari”
|
|
Fi
|
|
Kurang dari 61
Kurang dari 66
Kurang dari 71
Kurang dari 76
Kurang dari 81
Kurang dari 86
Kurang dari 91
Kurang dari 96
|
0
4
13
24
26
30
37
40
|
Tabel distribusi frekuensi
kumulatif ”atau lebih”
|
|
Fi
|
|
61 atau lebih
66 atau lebih
71 atau lebih
76 atau lebih
81 atau lebih
86 atau lebih
91 atau lebih
96 atau lebih
|
40
36
27
16
14
10
3
0
|
Rata-rata Hitung
|
Ø
x =
|
|
f
|
xi
|
f.xi
|
d
|
f.d
|
|
21-25
|
4
|
23
|
92
|
-2
|
-8
|
|
26-30
|
16
|
28
|
448
|
-1
|
16
|
|
31-35
|
18
|
33
|
598
|
0
|
0
|
|
36-40
|
12
|
38
|
456
|
1
|
12
|
|
41-45
|
6
|
43
|
258
|
2
|
12
|
|
46-50
|
4
|
48
|
192
|
3
|
12
|
|
|
∑f = 60
|
|
∑f . x = 2040
|
|
12
|
Ø
x = = = 34
Ø
x = AM + . p = 33 + . 5 = 34
Nilai Rata-rata Ukur

Nilai Rata-rata Harmonis

Nilai Rata-rata Kuadratis (NKR)
Biasanya digunakan dalam ilmu-ilmu fisika dan teknik yang ada hubungannya
dengan fisika.

Modus
-
Tentukan kelas modus (kelas yang frekuensinya paling
besar)
-
Mo =
BbMo + p ()
BbMo = batas bawah kelas interval yang mengandung modus
B1 = selisih frekuensi yang mengandung modus dengan frekuensi
sebelumnya (jika data urut dari kecil→besar)
B2 = selisih frekuensi yang mengandung modus dengan frekuensi sesudahnya
(jika data urut dari kecil→besar)
p = panjang kelas interval
Median
Ukuran yang membagi data menjadi dua bagian yang sama setelah diurutkan
1. 8 , 10 , 4 , 6 , 15, 20 ,
7 , 12 , 3 (n=9 (ganjil)
|
|
2. 

4 , 7 , 10 , 15 , 16 , 20 (n=6 (genap)
Me = = 12,5
Langkah mencari median:
-
Tentukan kelas median
-
Me = BB + () p = BB + () p
|
Data
|
f
|
fk
|
|
50-54
|
6
|
0
|
|
55-59
|
9
|
6
|
|
60-64
|
10
|
15
|
|
65-69
|
4
|
25
|
|
70-74
|
6
|
29
|
-
Me = 59,5 + . 5 = 60,75
-
Kelas median = 60-64
-
BB = 59,5

Kuartil (perempatan) / Desil (persepuluhan) / Presentil
A. Untuk Data Tunggal
- Tentukan K1, K2 dan K3
|
Data
|
5 , 4 , 5 , 20 , 20 , 17 , 21 , 26 , 21 , 36
21 , 24 , 21 , 25 , 37 , 24 , 22 , 24 , 22 , 37
|
|
Data diurutkan dulu
|
4 , 5, 5, 17, 20, 20, 21, 21, 21, 21
22, 22, 24, 24, 24, 25, 26, 36, 37, 37
|
a. Letak Ki = (n + 1)
Letak K1 = (20 + 1 ) = 5,25
Antara data ke-5 dan ke-6
Nilai K1 = X5 + 0,25 (X6
– X5)
= 20 + 0,25 (20 – 20) = 20
b. Letak K2 = (20 + 1 ) = 10,5
Antara data ke-10 dan ke-11
Nilai K2 = X10 + 0,5 (X11
– X10)
= 21 + 0,5 (22-21) = 21,5
c. Letak K3 = (20 + 1 ) = 15,75
Antara data ke-15 dan ke-16
Nilai
K3 = X15 + 0,75 (X16 – X15)
=
24 + 0,75 (25-24) = 24,75
RAK (rentang antar kuartil)
RAK = K3 – K1 = 24,75 – 20 = 4,75
RSK (rentang semi kuartil)
RSK = (K3 – K1)
= (24,75 – 20) =
2,375
- Dari soal No. 1, tentukan Desil ke-3, Desil ke 7
a.
Letak desil ke-3
(D3)
Di
= (n + 1) → D3 = (20 + 1) = 6,3
Nilai
D3 = X6 + 0,3 (X7 - X6) = 20 + 0,3
(21-20) = 20,3
b.
Letak D7
= (20 + 1) = 14,7
Nilai D7 = X14 + 0,7 (X15-X14)
= 24 + 0,7 (24-24) = 24
- Dari soal No. 1, tentukan persentil ke-90
Letak
Pi = (n + 1)
Letak P90 = (20 + 1) = 18,9
Nilai P90 = X18 + 0,9 (X19
– X18) = 36 + 0,9 (37-36) = 36,9
B.
Untuk Data Terkelompok
- Tentukan K1, K2 dan K3
|
Data
|
f
|
F/Fk
|
|
51-60
61-70
71-80
81-90
91-100
|
3
6
10
7
4
|
3
9
19
26
30
|
|
N = 15
N = 22,5
a. Kelas K1 =
kelas yang memuat X N = (61-70)
Bb1 = 60,5
K1 = Bb1 () . p
= 60,5 () . 10
= 68
b. Kelas K2 =
(71-80)
Bb2 = 70,5
K2 = Bb2 () . p
= 70,5 () . 10
= 76,5
c. Kelas K3 =(81-90)
Bb3 = 80,5
K3 = Bb3 () . p
= 80,5 () . 10
= 85,5
- Tentukan persentil ke-12
|
Data
|
f
|
|
||
|
46-48
49-51
52-54
55-57
58-60
|
7
13
10
14
6
|
7
20
30
44
50
|
N = 50 → N = 50 = 6
Kelas P12 = 46-48
= BB+ (). P
= 48,09 → 48,10
Rentang antar kuartil (RAK) = K3 – K1
Rentang semi kuartil (RSK) = RAK = (K3 - K1)
Rata-rata Simpangan dan Simpangan
Baku
ü Tentukan data tersebar
sbb 25, 37, 28, 29, 35, 30, 21, 31
rata-rata simpangan, RS = = 3,75
S = = 5,13
ü Diket 40 data sbb :
|
63
|
81
|
67
|
85
|
77
|
78
|
57
|
80
|
53
|
74
|
85
|
97
|
62
|
71
|
75
|
95
|
|
61
|
78
|
83
|
71
|
77
|
75
|
65
|
68
|
60
|
62
|
87
|
79
|
63
|
93
|
93
|
73
|
|
84
|
85
|
70
|
90
|
82
|
80
|
76
|
68
|
|
|
|
|
|
|
|
|
R= 97-53 = 44
k = 1 + 3,3 log 40 = 6,29 → 7
p = = 6,29 → 7
|
No. Urut
|
Kls interval
|
fi
|
|
1
2
3
4
5
6
7
|
53-59
60-66
67-73
74-80
81-87
88-94
95-101
|
2
7
7
11
7
4
2
|
|
Jumlah
|
|
40
|
|
No. Urut
|
Kls intv
|
fi
|
Tanda kelas
(xi)
|
|
|
|
|
1
2
3
4
5
6
7
|
53-59
60-66
67-73
74-80
81-87
88-94
95-101
|
2
7
7
11
7
4
2
|
56
63
70
77
84
91
98
|
-19,95
12,95
-5,95
1,05
8,05
15,05
22,05
|
398,0025
167,7025
35,4025
1,1025
64,8025
226,5025
486,2025
|
796,0050
1173,9175
247,8175
12,1275
453,6175
906,0100
972,4050
|
|
|
Jml
|
40
|
|
|
|
4561,9000
|
Atau bisa dengan cara koding , s = p
Akan lebih sederhana dan mudah
|
No. Urut
|
Kls intv
|
fi
|
di
|
di2
|
fidi
|
fidi2
|
|
1
2
3
4
5
6
7
|
53-59
60-66
67-73
74-80
81-87
88-94
95-101
|
2
7
7
11
7
4
2
|
-3
-2
-1
0
1
2
3
|
9
4
1
0
1
4
9
|
-6
-14
-7
0
7
8
6
|
18
28
7
0
7
16
18
|
|
|
Jml
|
40
|
|
|
-6
|
94
|
s = 7 = 7 = 10,68
Ukuran Kemiringan
1. Koefisien kemiringan
pertama dari Pearson
2. Koefisien kemiringan
kedua dari Pearson
3. Menggunakan nilai kuartil
Koefisien kemiringan =
4. Menggunakan nilai
presentil
Koefisien kemiringan =
Menurut Pearson, dari hasil kemiringan diatas, ada tiga kriteria untuk
mengetahui model distribusi dari sekumpulan data (baik data tidak terkelompok
maupun data terkelompok):
a. Jika koefisien kemiringan
lebih kecil dari nol maka bentuk distribusinya negatif
b. Jika koefisien kemiringan
sama dengan nol maka bentuk distribusinya simetrik
c. Jika koefisien kemiringan
lebih besar dari nol maka bentuk distribusinya positif
Misal, data bb bayi yang baru lahir selama seminggu di RB ”SEHAT”
|
Berat Badan
|
Banyak Bayi
|
|
2,5 – 2,6
2,7 – 2,8
2,9 – 3,0
3,1 – 3,2
3,3 – 3,4
3,5 – 36
|
2
3
5
7
6
5
|
|
Jumlah
|
28
|
Hitung koefisien kemiringannya dengan nilai kuartil :
Koefisien kemiringan =
·
Kuartil pertama (K1)
Kelas kuartil pertama adl sebuah kelas interval
yang frekuensinya apabila dijumlahkan dari frekuensi kelas interval pertama
mencapai paling sedikit (n + 1), yaitu (28 + 1) = 7 orang
Ternyata kelas kuartil kesatu terletak pada kelas
interval ketiga, karena jumlah frek kum (2+3+5) orang = 10 orang.
K1 = Bbk1 + p () = 2,85+0,2() = 2,93
·
Kuartil kedua (K2)
(n + 1), yaitu (28 + 1) = 14 orang
Ternyata kelas kuartil kesatu terletak pada kelas
interval keempat
K2 = Bbk2 + p () = 3,05+0,2() = 3,16
·
Kuartil pertama (K3)
(n + 1), yaitu (28 + 1) = 21 orang
Ternyata kelas kuartil kesatu terletak pada kelas
interval kelima
K3 = Bbk3 + p () = 3,25+0,2() = 3,38
Sehingga Koefisien kemiringan = = -0,022
Koefisien kurtosis adalah suatu indeks untuk melihat sejauh mana
keruncingan suatu kurva
Rumusnya K =
Untuk nilai :
K > 0,263 kurva tergolong leptokurtik
K = 0,263 kurva tergolong mesokurtik
K < 0,263 kurva tergolong platikurtik
Hipotesis statistik adalah suatu anggapan atau pernyataan yang mungkin
benar atau tidak, mengenai satu populasi atau lebih.
Petunjuk dari sampel yang tidak sesuai dengan hipotesis, menjurus kepada
penolakan hipotesis, sedangkan petunjuk yang mendukung hipotesis menjurus
kepada penerimaan hipotesis.
Hipotesis yang dirumuskan dengan harapan untuk ditolak disebut hipotesis
nol dan dinyatakan dengan H0, hipotesis yang dirumuskan dengan
harapan untuk diterima disebut hipotesis tandingan atau H1.
Misal:
1. Seorang guru hendak
menelusuri dugaan bahwa nilai rata-rata UAN siswa di sekolahnya masih di bawah
nilai standar yang ditetapkan yaitu 4,25. hipotesis statistik penelitian guru
tersebut adalah Ho : µ = 4,25 dan H1 : µ < 4,25
2. Seorang kepala sekolah
ingin meneliti proporsi banyaknya siswa di sekolahnya yang berhasil masuk ke
perguruan tinggi negeri. Ia menduga bahwa proporsi banyaknya siswa yang
berhasil lebih dari 40%. Hipotesis statistik dari penelitian tersebut adalah Ho : µ = 0,4
dan H1 : µ > 0,4
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah distribusi dari data
sampel yang kita gunakan memenuhi asumsi berdistribusi normal. Penyimpangan terhadap
asumsi kenormalan tersebut dapat berakibat terhadap keabsahan dalam penarikan
kesimpulan, karena statistik hitung yang kita gunakan diturunkan dari fungsi
normal.
Apabila suatu penelitian akan membandingkan dua gugus data atau lebih maka
perlu dilakukan uji kesamaan keragaman atau variansi antargugus data atau uji
homogenitas
Uji normalitas yang biasa digunakan adalah uji Liliefors, uji
Kolmogorov-Smirnov, uji Anderson-Daling, dan uji Shapiro-Wilks
Uji homogenitas yang biasa digunakan adalah uji F, uji Bartlett, uji
Hartley, uji Scheffe, dan uji Levence